Back to blog

Membangun Homelab Server Murah Meriah dengan STB Bekas

May 8, 2026 (3w ago)3 min read0 views

Sudah sejak lama saya ingin memiliki homelab sendiri. Namun, membangun sebuah homelab bukanlah perkara mudah, terutama jika mempertimbangkan biaya perangkat server yang mahal serta kompleksitas infrastrukturnya.

Setelah mencari alternatif, saya menemukan solusi cerdas dan ramah di kantong: Menggunakan Set Top Box (STB) bekas.

Mengapa Memilih STB?

STB bukan sekadar alat untuk menonton TV. Perangkat ini bisa di-bypass dan diinstal sistem operasi Linux Armbian. Dengan Linux terpasang, STB ini berubah fungsi menjadi server sungguhan yang mampu menjalankan:

  • Web Server (Nginx, Apache)

  • Runtime Environment (Node.js, Python)

  • Database, Docker, dan banyak lagi.

Bagaimana dengan Konsumsi Listrik?

Salah satu keunggulan utama STB adalah efisiensinya. Server ini sangat hemat energi karena hanya membutuhkan daya di kisaran 5–10 Watt saja. Kalian bisa menyalakannya 24 jam nonstop tanpa perlu khawatir tagihan listrik membengkak, hehehe.

Solusi Penyimpanan (Storage) & Konektivitas

Memang secara bawaan, storage internal STB cukup terbatas (hanya sekitar 5GB). Untuk mengatasinya, saya menambahkan HDD eksternal sebagai media penyimpanan utama. Karena STB hanya memiliki port USB, saya menggunakan Converter SATA to USB agar HDD tersebut bisa terhubung. Harga converternya pun cukup terjangkau, hanya Rp78.850.

Catatan Kecil: Awalnya saya berniat membeli HDD Laptop agar lebih ringkas, tapi akhirnya malah terbeli HDD PC (karena salah lihat deskripsi, awokawok). Namun, saya sangat menyarankan kalian untuk menggunakan HDD Laptop (2.5 inch) saja karena ukurannya lebih kecil sehingga tidak terlalu makan tempat di rak homelab kalian.


Remote Access: Mengelola Server dari Mana Saja

Mungkin kalian bertanya, "Gimana cara kontrol STB-nya kalau saya lagi di luar rumah?". Jawabannya adalah menggunakan Tailscale.

Apa itu Tailscale?

Tailscale adalah layanan VPN zero-config yang berbasis protokol WireGuard. Gampangnya, Tailscale membuat jaringan virtual pribadi antara HP, Laptop, dan STB kalian. Meskipun STB kalian ada di rumah dan kalian lagi di kafe, kalian bisa melakukan SSH atau akses terminal STB seolah-olah sedang berada dalam satu jaringan Wi-Fi yang sama. Ini sangat membantu terutama jika internet rumah kalian tidak memiliki IP Public.

Go Public: Membuat Website Kalian Bisa Diakses Internet

Setelah web app berhasil di-deploy di STB, bagaimana cara agar orang lain bisa membukanya? Caranya cukup mudah dan murah:

  1. Beli Domain Murah: Kalian bisa cari domain promo (seperti .my.id atau .site) yang harganya cuma sekitar 15k per tahun.

  2. Gunakan Cloudflare Tunnel: Daftarkan domain kalian ke Cloudflare. Di dalam STB, instal fitur bernama Cloudflare Tunnel (cloudflared).

  3. Bypass NAT: Fitur ini akan membuat "terowongan" aman dari STB langsung ke server Cloudflare. Jadi, orang luar bisa mengakses website kalian melalui domain tadi tanpa kalian perlu melakukan port forwarding yang ribet di router rumah.

Rincian Biaya Membangun Homelab

Mari kita hitung secara transparan total modal awal yang dibutuhkan:

  • Unit STB Bekas: Rp183.400

  • HDD (Kapasitas menyesuaikan): Rp127.012

  • Converter SATA to USB: Rp78.850

  • Domain (.my.id): ± Rp15.000

  • Total Modal Awal: Rp404.262

Untuk biaya operasional bulanannya, kalian hanya perlu membayar tagihan listrik dan biaya internet/Wi-Fi. Dalam kasus saya, biaya internet sekitar Rp150.000/bulan.

Kesimpulan

Dengan modal sekitar 400 ribu, kita sudah bisa belajar mengelola server sendiri di rumah yang bisa diakses secara global. Tidak perlu mahal untuk mulai bereksperimen dengan teknologi. Selama ada kemauan untuk "mengoprek", barang bekas pun bisa menjadi infrastruktur yang sangat berguna.

Oke, cukup sekian cerita eksperimen kali ini. Semoga bermanfaat!


Link Pembelian Alat: